sibroh-malisi-rumah-sakit-buka

dari KabarIndonesia- Sebagaimana pemerintah daerah lain yang senantiasa menjunjung tinggi nilai budaya setempat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga tetap menjunjung tinggi khazanah budaya Betawi. Karenanya, Pemprov DKI Jakarta sangat apresiatif dengan dibangunnya Rumas Sakit Umum Dr Sibroh Malisi (RSDS) yang bernuansa arsitektur Betawi.

Karenanya, tak heran jika Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, mendapat kehormatan meletakan batu pertama pembangunan RSDS di Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (6/6) kemarin. Dengan dibangunnya rumahsakit di atas lahan seluas 4.778 meter persegi itu, gubernur berharap layanan kesehatan di wilayah Jakarta Selatan bisa menjadi lebih baik.

Sebab, di rumahsakit ini akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas modern, seperti laboratorium, alat rontgen (ronsen) dan apotek. Selain itu, Fauzi Bowo juga berharap kepada pengelola RSDS agar memberikan layanan sebaik mungkin kepada masyarakat, utamanya warga asli Betawi. Kalau perlu, bagi warga Betawi yang tidak mampu sebaiknya digratiskan.

“Rumahsakit ini adalah rumahsakit orang Betawi, Insya Allah rumahsakit ini tidak hanya mencerminkan arsitek bangunan Betawi, tapi layanannya juga seperti layanan orang Betawi. Artinya, kalau ada saudara-saudara kita yang kurang mampu, harus kita layani dengan ikhlas, kalau perlu tidak bayar. Tapi kalau yang mampu jangan pura-pura miskin,” kata Fauzi Bowo, usai meletakan batu pertama pembangunan RSDS di Jagakarsa, Sabtu (6/6) kemarin.

Pada awalnya, RSDS ini merupakan sebuah klinik dengan luas sekitar 300 meter persegi. Lahan klinik tersebut merupakan hibah dari (Alm) Haji Abdul Karim, orang tua dr Sibroh Malisi. Dari waktu ke waktu, klinik ini terus berkembang dan akhirnya bisa menambah luas lahan. Pasien yang dapat pun semakin berjubel. Karena itu, dr Sibroh Malisi berupaya meningkatkan mutu layanan dengan membangung rumah sakit. Dan harapan tersebut bisa terealisasi tahun ini.

“Sekarang luasnya sudah bertambah menjadi 4.778 meter persegi. RSU Sibroh ini bakal dilengkapi dengan fasilitas modern seperti laboratorium, alat ronsen dan apotek. Alhamdulillah, untuk masalah izin sudah diurus semua,” ujar dr Sibroh Malisi, di sela-sela peletakan batu pertama.

Hadir dalam peletakan batu pertama tersebut, diantaranya Walikota Jakarta Selatan, Syahrul Effendi, Walikota Jakarta Pusat, Sylviana Murni, Ketua Umum Bamus Betawi, Haji Nachrowi Ramli, Musisi Dangdut, Haji Rhoma Irama, Pelawak, Akri Patrio dan Haji Djaja Mihardja, serta sejumlah undangan lainnya. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *